Bagikan Artikel ini
SobatASK - Yayasan Gemilang Sehat Indonesia

Kamu Gak Sendirian!

7 Cara Lebih Inklusif terhadap Penyandang Disabilitas

Apakah kamu pernah kebelet di mall, melihat antrian panjang di depan kamar mandi, lalu menyelinap masuk kamar mandi khusus penyandang disabilitas? Atau kamu pernah melihat jalur di trotoar yang diberi warna khusus dan ada garis atau totol-totolnya? Seberapa sering kamu melihat abang-abang mie ayam atau tukang gorengan jualan di atas jalur tersebut?

Sadar atau enggak, banyak hal kecil di keseharian kita ternyata sudah mendiskriminasi penyandang disabilitas. Ada beberapa cara biar kamu enggak ikut-ikutan mendiskriminasi seperti ini.

 

1. Jangan pakai fasilitas umum yang khusus penyandang disabilitas.

Ada alasan kenapa penyandang disabilitas mendapat kamar mandi khusus di mall atau tempat umum lainnya: mereka memang butuh. Kamar mandi seperti ini sudah dirancang khusus untuk mengakomodasi mereka. Kalau kamu asal memakai kamar mandi khusus disabilitas hanya karena kamu enggak tahan antri, penyandang disabilitas mau buang air di mana? Mereka enggak bisa pakai kamar mandi biasa, lho.

 

2. Semisal perlu: mengalah.

Kamu lagi antre masuk lift dan ada seseorang yang pakai kursi roda atau tongkat? Mengalah. Biarkan dia masuk duluan. Kamu lagi duduk nyaman di kereta atau bis dan ada seseorang yang pakai kursi roda atau tongkat? Mengalah, berdiri dan biarkan dia duduk. Kecuali jika ternyata orang tersebut memang tidak mau duduk, jangan dipaksa juga.

 

img 5fdc47012ef92 - Gemilang Sehat
Jalur trotoar yang membantu tunanetra.

 

3. Rawat fasilitas umum yang membantu penyandang disabilitas.

Ingat jalur di trotoar yang tadi kami sebut di atas? Mungkin kamu pernah melihatnya. Jalur ini disebut tactile paving dan tonjolan berbentuk garis dan totol-totol itu bukan cuma hiasan atau dekorasi. Jalur tersebut dimaksudkan sebagai panduan bagi seseorang yang tunanetra supaya mereka tahu ke mana arah mereka berjalan. Jika tongkat mereka menyentuh tonjolan berbentuk garis, artinya mereka boleh jalan terus. Jika tongkat mereka menyentuh tonjolan berbentuk totol-totol, mereka harus berhenti.

Sayangnya, belum semua tempat menyediakan tactile paving. Kalau pun tersedia, jalur ini banyak rusak-rusak, disemen, atau ditutupin tukang gorengan.

 

4. Jangan remehkan mereka.

Penyandang disabilitas juga manusia. Walau harus menghadapi keterbatasan, mereka juga mampu melakukan sesuatu yang luar biasa. Mereka tidak butuh dikasihani, mereka perlu dilibatkan, diberi pendidikan, dan diberi kesempatan untuk berkembang, sama seperti siapa pun.

 

5. Pastikan tempat umum atau acara publik ramah disabilitas.

Kalau kamu mau bikin acara diskusi atau seminar sama teman-teman kampusmu, sisihkan dana sedikit untuk menyewa penerjemah bahasa isyarat. Kalau ada tempat umum yang punya akses untuk disabilitas seperti akses kursi roda, tactile paving, atau lift, dahulukan penyandang disabilitas dan pastikan bahwa fasilitas tersebut enggak rusak atau dihalangi orang lain. Mudah kan.

6. Tidak usah sebut dia “inspirasional”.

Penyandang disabilitas hanya manusia biasa. Seperti yang sudah kami sebut di atas, mereka perlu dilibatkan, diberi pendidikan, dan diberi peluang untuk berkembang, bukan dielu-elukan.

 

7. Hormati mereka karena…

…mereka manusia. Sesederhana itu.

 

 

Sumber:
everydayfeminism.com/2013/10/avoid-everyday-ableism

Sumber foto:
mylearningsource.co.uk

Ingin Mendapatkan Kabar Terbaru dari Kami?

Berlangganan Nawala Yayasan Gemilang Sehat Indonesia

Logo Yayasan Gemilang Sehat Indonesia - Full White

Yayasan Gemilang Sehat Indonesia (YGSI) merupakan lembaga non-profit atau NGO yang bekerja di Indonesia sejak 1997 untuk isu Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi (HKSR), serta pencegahan Kekerasan Berbasis Gender dan Seksual (KBGS). Kami percaya bahwa seksualitas dan kesehatan reproduksi manusia harus dilihat secara positif tanpa menghakimi dan bebas dari kekerasan.

Keranjang
  • Tidak ada produk di keranjang.