Bagikan Artikel ini
SobatASK - Yayasan Gemilang Sehat Indonesia

Kamu Gak Sendirian!

Humor Seksis? Lucunya di Mana, sih?

“Mulai sejak Milly & Mamet tahun lalu, humor seksis udah lenyap dari film-film gw. Hasil dari mendengarkan kritik juga” (sumber : twitter @ernestprakasa)

Artboard 2 - Gemilang SehatCuitan Ernest di twitter tersebut merupakan angin segar bagi industri perfilman Indonesia. Komitmen Ernest untuk menghilangkan humor-humor seksis dari filmnya mendapat banyak respons positif mengingat sampai sekarang, humor seksis memang masih punya pasar dan dianggap wajar bahkan menarik oleh sebagian kalangan. Humor seksis masih banyak kita temui di film-film dewasa, iklan, caption-caption dan komentar di media sosial, juga di kolom chat saat kita bermain game online.

Di media sosial, mimin sering banget menemukan humor seksis di kolom komentar akun-akun humor yang banyak ditemui di instagram. Cuitan-cuitan di twitter maupun kolom komentar di Youtube atau media sosial lainnya pun gak kalah seremnya. Dan yang paling sering menjadi objek dari dagelan seksis adalah perempuan. Ironisnya, tubuh perempuan yang paling sering dijadikan target humor. Selain itu, label-label tentang sifat-sifat perempuan yang banyak diyakini masyarakat juga sering menjadi objek humor seksis ini.    

1 Artboard 3 - Gemilang Sehat
Sobat Remaja pasti pernah denger deh candaan yang mengaitkan kemampuan berkendara ibu-ibu yang ‘sen kiri, tapi belok kanan’. Humor ini melanggengkan stereotype bahwa ibu-ibu dan perempuan cenderung plin-plan. Atau becandaan lain seperti ‘cengeng banget sih, kayak betina aja’ yang menyiratkan perempuan sebagai subjek yang lemah dan emosional. Humor seksis juga seringkali menyasar pada bagian tubuh perempuan, misalnya saja komentar ‘ada yang menonjol, tapi bukan bakat’ pada kiriman foto seorang perempuan di media sosial.  

Artboard 4 - Gemilang Sehat Humor seksis adalah humor yang bersifat merendahkan, menghina, memberi stereotype, atau mengobjektifikasi seseorang berdasarkan gendernya. Yang paling sering menjadi target humor seksis adalah perempuan. Banyak yang mengucapkan humor seksis beralasan ‘yaelah, cuma bercanda kok.’ Seolah gak sadar dengan apa yang dilakukannya. Mereka sebenarnya sedang melanggengkan budaya seksisme dan perilaku diskriminatif terhadap perempuan.  

Artboard 5 - Gemilang Sehat

‘Kok bisa-bisanya humor yang merendahkan perempuan dianggap Cuma bercanda? Hadeh…mana empatinyaa?’

 

Humor Seksis dan Akibatnya

Artboard 6 - Gemilang Sehat

Siapa sih yang gak suka humor? Semua orang pasti senang membagikan kesenangan dengan orang lain sekaligus jadi upaya untuk mengurangi stress. Becandaan bareng temen di grup WhatsApp setelah capek ngerjain pe-er daring seharian pasti seru kan?

Sayangnya, gak semua humor bisa jadi menyenangkan tuh. Contohnya, humor seksis ini. Humor ini merupakan  salah satu jenis kekerasan verbal yang dari dulu banyak melukai perasaan dan merugikan gender tertentu, khususnya perempuan. Julie A. Woodzicka dan Thomas E. Ford dalam penelitiannya, A Framework for Thinking about the (not-so-funny) Effects of Sexist Humor menyebutkan bahwa humor yang mengekspresikan sikap seksisme ini sangat berbahaya.   

Artboard 8 - Gemilang Sehat

Akibatnya, mulai dari terciptanya lingkungan yang tidak menyenangkan bagi perempuan hingga membuat lingkungan yang semakin toleran dengan perilaku diskriminatif dan seksisme, khususnya di antara laki-laki. 

Eits, dampak humor seksis gak segitu aja Sobat Remaja. Dilansir dari The Conversation, Thomas E. Ford, Professor of Social Psychology, Western Carolina University berpendapat bahwa humor seksis bahkan bisa mempengaruhi norma sosial yang berkaitan dengan hal-hal yang bisa diterima atau tidak dalam interaksi sosial. Berdasarkan riset yang dilakukannya, ia mengambil kesimpulan bahwa laki-laki yang telah terpapar humor seksis akan lebih mentoleransi pelecehan di lingkungan kerjanya dibandingkan laki-laki yang tidak menerima humor seksis. Selain itu, yang paling bikin sedih, laki-laki yang terpapar humor seksis mengungkapkan keinginan yang lebih besar untuk memperkosa perempuan dibandingkan dengan mereka yang tidak terpapar humor seksis.

Miris banget ya Sobat Remaja, melihat perbandingan risetnya. Seksisme yang dibalut dalam humor memang mengesankan bahwa seksisme bukanlah suatu masalah. Mengekspresikan seksisme dalam humor akhirnya dianggap aman dan tidak melanggar norma. Kalau udah begini, siapa lagi yang dirugikan?

 

Jangan Ada Lagi Humor Seksis di Antara Kita

Rila Annisa, salah satu Mahasiswi perguruan tinggi negeri berpendapat kalau gender dan seksisme sangat gak pantes untuk dijadikan bahan humor. Menurut Rila, menjadikan gender, ras, ciri fisik, sampai seksualitas sebagai target guyonan itu jahat.

‘Walaupun sulit berdebat dengan mereka, gue gak akan lantas membiarkan pelaku humor seksis untuk berbuat semaunya’ pungkas Rila. 

Sobat Remaja pasti sepakat sama pendapat Rila tadi. Humor seksis memang penting untuk segera diberantas sampai tuntas.  Lalu, gimana sih cara kita sebaiknya menyikapi humor seksis dan meresponnya di kehidupan sehari-hari? UN gender dalam artikelnya yang berjudul 3 Ways To Respond To Sexist Jokes At Work menyebutkan 3 hal yang bisa kita terapkan untuk merespon humor seksis yang terjadi di lingkungan kerja, tapi bisa juga diterapkan di berbagai lokasi dan kondisi nih. Simak Yuk!

 

  • Jangan tertawa

 

Artboard 9 - Gemilang Sehat

Tunjukkan bahwa humor seksis itu sama sekali gak lucu dan gak layak jadi bahan guyonan. Ajak teman-teman Sobat Remaja untuk memberi respon serupa setiap ada salah satu dari kalian yang melontarkan humor seksis. Setiap poker face yang Sobat Remaja tunjukkan berarti banget untuk membuat mereka malas mengeluarkan humor-humor serupa lagi.

 

  • Minta penjelasan dari mereka

 

Artboard 9 copy - Gemilang Sehat

Alih-alih langsung ngegas karena denger humor seksis dari seseorang, Sobat Remaja bisa balik bertanya ke mereka tentang apa maksud dari pernyataan seksisnya. Misalnya ada yang ngelawak dengan kalimat ‘Galak banget deh ah, persis kayak emak-emak lagi PMS’, Sobat Remaja bisa mengajukan berbagai pertanyaan tentang pendapatnya tentang PMS, hubungan sikap galak dengan kelompok perempuan tertentu, dan pertanyaan lainnya. Harapannya, mereka akan menyadari sendiri pandangannya yang keliru tentang apa yang telah diucapkan sebelumnya.

 

  • Ajak mereka ngobrol

 

Artboard 9 copy 2 - Gemilang Sehat

Ajak mereka sharing tentang humor seksis jika Sobat Remaja dan mereka bersedia. Utarakan pendapatmu tentang humor-humor seksis yang bisa merugikan banyak orang. Sampaikan bagian mana yang menurut Sobat Remaja menghina dan bisa menyinggung perasaan.

Artboard 10 - Gemilang Sehat

Tips-tips tadi, khususnya tips kedua dan ketiga bisa dilakukan kalau situasinya memungkinkan ya Sobat Remaja. Bagaimanapun keamanan dan kesehatan mental Sobat Remaja yang paling penting.  

 

Ditulis oleh: Naili Rahmah

Glosarium :

Seksisme : prasangka dan perilaku diskriminatif yang didasarkan atas gender; penggunaan kata atau frasa yang meremehkan atau menghina berkenaan dengan kelompok, gender, ataupun individual.

Stereotype : penilaian terhadap seseorang berdasarkan persepsi terhadap kelompok dimana seseorang itu berada/tergolong.

Mengobjektifikasi : melihat atau memperlakukan seseorang layaknya barang

Gender : konstruksi sosial masyarakat yang membedakan maskulinitas dan feminitas. Gender berbeda dengan jenis kelamin

Dagelan : lawakan

 

Sumber :

Julie A. Woodzicka & Thomas E. Ford. A Framework for Thinking about the (not-so-funny) Effects of Sexist Humor. Europe’s Journal of Psychology, 6(3), pp. 174-195.

UNgender. 2020. 3 Ways To Respond To Sexist Jokes At Work. https://www.ungender.in/3-ways-to-respond-to-sexist-jokes-at-work/

The Conversation. 2016. Psychology behind the unfunny consequences of jokes that denigrate. https://theconversation.com/psychology-behind-the-unfunny-consequences-of-jokes-that-denigrate-63855

Tirto.id. 2019. Ketika Lelucon Seksis Tak Lucu Lagi. https://tirto.id/ketika-lelucon-seksis-tak-lucu-lagi-ec4W

https://kbbi.kemdikbud.go.id/

Ingin Mendapatkan Kabar Terbaru dari Kami?

Berlangganan Nawala Yayasan Gemilang Sehat Indonesia

Logo Yayasan Gemilang Sehat Indonesia - Full White

Yayasan Gemilang Sehat Indonesia (YGSI) merupakan lembaga non-profit atau NGO yang bekerja di Indonesia sejak 1997 untuk isu Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi (HKSR), serta pencegahan Kekerasan Berbasis Gender dan Seksual (KBGS). Kami percaya bahwa seksualitas dan kesehatan reproduksi manusia harus dilihat secara positif tanpa menghakimi dan bebas dari kekerasan.

Keranjang
  • Tidak ada produk di keranjang.