Diskusi Universal Periodic Review (UPR) Bersama Papang Hidayat

Bagikan Artikel ini

Diskusi Universal Periodic Review (UPR) kali ini kembali difasilitasi oleh Papang Hidayat, konsultan yang bersama-sama RID beserta organisasi mitra mengawal advokasi UPR dan dilakukan di Jakarta pada tanggal 19 Mei 2023. Proses advokasi UPR yang dilakukan Rutgers termasuk salah satu proses yang sangat partisipatif untuk level advokasi global. Hal ini yang menurut Papang Hidayat  jarang dilakukan kepada organisasi grass root.

Sebagai penyegaran, diskusi UPR kali ini merupakan lanjutan dari submisi UPR yang telah dilakukan pada bulan Maret tahun 2022 melalui Koalisi Masyarakat Sipil untuk Penghapusan Perkawinan Anak (gabungan antara mitra program PtY dan Gen-G). Hasilnya, 2 laporan Indonesia sudah dikutip di laporan OHCHR dan 2 perwakilan koalisi dari kedua program juga turut hadir ke Geneva untuk mempengaruhi diplomat-diplomat. Pada bulan Maret 2023, pemerintah Indonesia membuat pengumuman mana saja rekomendasi yang diterima. Lalu RID bersama mitra membuat daftar pemetaan rekomendasi. 

Berdasarkan kebiasaan yang ada, aktivitas advokasi yang dilakukan organisasi selesai ketika telah melakukan submisi. Namun, RID ingin meneruskan upaya advokasi yang telah dilakukan bersama organisasi mitra agar bisa tetap diteruskan. Oleh sebab itu, pertemuan ini dilakukan untuk memilik rekomendasi-rekomendasi baik dari CEDAW, CPRD, dan UPR. Hal ini yang kemudian menjadi bahan komunikasi ke pemerintah daerah saat sosialisasi UU TPKS, alat bantu penyebaran informasi Stranas Perkawinan Anak,  bahwa ini adalah janji pemerintah Indonesia kepada komunitas global. Pada pertemuan kali ini, peserta yang terlibat hanya tim program RID yang hasilnya akan menjadi jembatan untuk menyusun perencanaan 2024 bersama para mitra pada bulan Agustus 2023. 

Kegiatan ini bertujuan mendiskusikan area fokus kegiatan berdasarkan list recommendation dari laporan CEDAW (November 2021), CPRD (October 2022), dan UPR (Maret 2022) kepada pemerintah Indonesia yang secara substansi memiliki relevansi dengan tujuan program RHRN2, Gen-G, dan Power to You(th). Hasil pertemuan ini mendiskusikan dokumen terjemahan OHCHR yaitu berupa panduan yang dapat digunakan untuk menindaklanjuti rekomendasi-rekomendasi HAM yang telah diterjemahkan oleh tim RID. Dokumen tersebut kemudian menjadi referensi oleh tim RID menyusun Area Fokus per program (PtY, Gen-G, RHRN2) yang meliputi kegiatan-kegiatan yang telah berjalan di 2022-2023, kegiatan tambahan di 2023, dan rencana kegiatan di 2024-2025. 

Logo Yayasan Gemilang Sehat Indonesia - Full White

Yayasan Gemilang Sehat Indonesia (YGSI) merupakan lembaga non-profit atau NGO yang bekerja di Indonesia sejak 1997 untuk isu Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi (HKSR), serta pencegahan Kekerasan Berbasis Gender dan Seksual (KBGS). Kami percaya bahwa seksualitas dan kesehatan reproduksi manusia harus dilihat secara positif tanpa menghakimi dan bebas dari kekerasan.

Keranjang
  • Tidak ada produk di keranjang.