Bagikan Artikel ini
SobatASK - Yayasan Gemilang Sehat Indonesia

Kamu Gak Sendirian!

6 Cara Curhat yang Asyik

[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”DENGAR”]

Sesuatu yang penting baru saja terjadi di hidupmu. Pacarmu baru selingkuh, cowok yang lama kamu taksir ternyata sudah jadi pacar orang, di-bully oleh teman sekelasmu, sampai orang tua yang memaksakan kehendaknya padamu. Intinya, saat ini juga kamu perlu menumpahkan emosi kamu. Saat ini juga, salah satu caranya, kamu perlu curhat.

Namun, menjadi teman curhat yang terus menerus datang dengan drama silih berganti rupanya enggak baik juga. Jangan khawatir–kami punya tips supaya kamu bisa memilih teman curhat yang tepat dan cara curhat yang asyik .

 

Lihat Situasi dan Kondisi

Kamu harus bisa memahami posisi temanmu yang akan kamu curhati. Mungkin, dia sendiri sedang mengalami hari yang buruk dan justru dia lebih butuh curhat dari kamu. Dan dia bakal dongkol kalau harus seharian menahan diri dan dibebani dengan urusan pribadimu–apalagi kalau kamu mendadak mendatanginya dan minta curhat begitu saja.

Lihat situasi dan kondisi saja dulu. Pertimbangkan apakah calon kawan curhat itu siap untuk dicurhati. Kamu juga harus bisa memahami posisi mereka dan menghormati kalau mereka sedang enggak kuat mendengar curhatan.

 

Siap-Siap Menjadi Penerima Curhat Juga

Ketika kamu curhat, kamu pasti berharap didengarkan dan diberikan perhatian penuh–dan itu wajar. Tapi, kamu juga harus bersiap-siap menjadi penerima curhat. Seringkali, curhat itu obrolan dua arah dan kamu harus menerima sekaligus memberi. Jika teman curhatmu malah menanggapi dengan ikut-ikutan curhat, kamu harus siap untuk menanggung hal tersebut–termasuk siap mental untuk menanggung curhatan orang lain.

Mau bagaimana pun, temanmu ini manusia biasa dengan dramanya sendiri.

 

2 - Gemilang Sehat

Jangan Langsung Harapkan Respon yang Tajam

Temanmu bukan dewa cinta. Dia orang biasa yang mendadak disodori curhat yang luar biasa rumit dan menyita perhatian. Jadi, wajar dong kalau dia mungkin agak bingung, perlu waktu untuk memproses curhatanmu, dan bertanya macam-macam.

Jangan langsung berharap temanmu sudah siap dengan jawaban yang luar biasa dan penuh dengan kebijaksanaan. Kemungkinan besar, temanmu cuma bisa mengangguk dan menawarimu puk-puk.

 

Cari Kawan yang Sesuai dengan Kebutuhanmu

Kalau kamu lagi butuh penyelesaian masalah, cari teman yang biasanya bersikap lebih obyektif dan berjarak. Kalau kamu lagi butuh menumpahkan emosi saja, cari teman yang sama-sama perasa dan bisa bersimpati dengan emosimu. Kalau kamu punya sahabat yang selalu bisa diandalkan dan bisa menawarkan solusi sekaligus jadi teman menangis, selamat!

Kamu butuh tanggapan yang lebih beragam dan lebih nonjok daripada sekadar “Ya sudah, sabar ya” atau “Semua orang juga pernah sedih, kok!”. Jadi, pilih teman curhatmu dengan bijak.

 

Pahami Mana yang Layak Dibagi dan Mana yang Tidak

Baiknya, jangan langsung tumpahkan semua detail pribadimu pada teman curhatmu, kecuali kamu yakin 100% bahwa teman curhat ini bisa dipercaya dan tidak akan bocor ke mana-mana. Hal ini untuk mencegah cerita-cerita yang terlalu pribadi tersebar ke orang yang enggak kamu mau.

Ini berlaku juga untuk media sosial, lho. Bikin status galau di media sosial dan mendengarkan lagu-lagu menyayat hati di Youtube dan Spotify itu boleh banget. Hanya saja kalau kamu membagikan terlalu banyak informasi pribadi di media sosial, ada dua masalah: pertama, kamu membahayakan dirimu sendiri dan kedua, kamu bakal mengganggu timeline orang lain.

Kalau Mentok, Temui Konselor

Ini dia teman curhat yang pasti bisa dipercaya, pasti enggak akan bocor, dan bisa diajak ngobrol soal apa saja. Kalau kamu mentok dan merasa perlu banget, jangan ragu buat cari konselor sebaya yang cocok denganmu dan ajak ia ngobrol. Percaya deh, dia bakal bisa kasih kamu sudut pandang yang lebih obyektif dan membantumu mencari solusi yang lebih pas.

 

Kamu juga bisa curhat secara online ke Sobat Curhat kami di sini. Tenang, Sobat Curhat kami terdiri dari sejumlah konselor dari berbagai organisasi yang sudah puluhan tahun menangani konseling remaja. Curhat kamu pun dijamin aman.

 

 

Sumber
psyline.id
cosmogirl.co.id

Ingin Mendapatkan Kabar Terbaru dari Kami?

Berlangganan Nawala Yayasan Gemilang Sehat Indonesia

Logo Yayasan Gemilang Sehat Indonesia - Full White

Yayasan Gemilang Sehat Indonesia (YGSI) merupakan lembaga non-profit atau NGO yang bekerja di Indonesia sejak 1997 untuk isu Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi (HKSR), serta pencegahan Kekerasan Berbasis Gender dan Seksual (KBGS). Kami percaya bahwa seksualitas dan kesehatan reproduksi manusia harus dilihat secara positif tanpa menghakimi dan bebas dari kekerasan.

Keranjang
  • Tidak ada produk di keranjang.