Sebanyak 45% perempuan dan 44% laki-laki mulai berpacaran di usia 15-17 tahun. Selain itu, kelompok umur 15-19 tahun merupakan kelompok umur paling tinggi yang melakukan hubungan seksual pertama kali (59% perempuan dan 74% laki-laki) (SDKI, 2017). Data ini menunjukkan bahwa remaja juga berhak dilibatkan dalam pemenuhan hak-hak seksual dan kesehatan reproduksi. Selama ini remaja tidak mendapatkan informasi yang lengkap soal hak dan kesehatan seksualitas dan reproduksi, serta sulit mengakses layanan kesehatan reproduksi. Hal ini menyebabkan remaja tidak memiliki kapasitas dan kendali dalam menentukan pilihan yang berhubungan dengan kehidupan seksual yang sehat, sehingga mengakibatkan kehamilan tidak diinginkan, aborsi tidak aman, dan infeksi menular seksual di kalangan remaja.

Program Get Up Speak Out (GUSO) berusaha mengisi kurangnya informasi dan layanan seksualitas dan kesehatan reproduksi bagi remaja yang bertujuan untuk meningkatkan akses dan informasi terkait pendidikan dan layanan kesehatan seksual dan reproduksi yang ramah remaja. Tak hanya itu, GUSO juga ingin memberi ruang bagi remaja untuk bersuara akan Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi (HKSR) mereka. Kami percaya, bahwa seluruh remaja termasuk yang terpinggirkan dan rentan, memiliki kendali untuk memilih dan menjalankan haknya tanpa stigma dan diskriminasi.

GUSO Get Up Speak Up - Rutgers Indonesia

Strategi yang dilakukan

GURU - GUSO Rutgers Indonesia

Wilayah kerja

Guso - Get Up Speak Up Rutgers Indonesia

Upaya yang kami lakukan sejauh ini

Mitra pelaksana program GUSO

PKBI Lampung, Yayasan Pelita Ilmu, Ardhanary Institute, PKBI DKI Jakarta, PMI Jakarta Timur, PKBI Jawa Tengah, PKBI Bali.

Program GUSO dapat terlaksana berkat dukungan dari

Ministry of Foreign Affairs Netherlands (MoFa)